
Saat ini, sudah ada dua UKM yang mulai dipromosikan. Yakni kerajinan keramik yang ada di Kampung Keramik, Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru dan olahan tempe sanan yang ada di Kecamatan Blimbing.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, kedua obyek wisata baru di Kota Malang itu mulai diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Setiap saat selalu ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke dua lokasi wisata tersebut. "Kalau hari libur, biasanya ramai wisatawan mancanegara mas," katanya saat dihubungi.
Menurut Wahyuni, sejak dua minggu lalu, setiap wisatawan yang datang ke Kota Malang selalu diarahkan ke dua lokasi wisata tersebut. Hal itu untuk memperkenalkan lokasi UKM yang menjadi destinasi wisata baru di Kota Malang.
Sejumlah wisatawan asing mempraktikkan pembuatan cangkir dengan bahan
keramik di Kampung Keramik, Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang,
Jawa Timur.
Menariknya, lanjut Wahyuni, wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu tidak hanya menikmati hasil produk dari para perajin, melainkan juga bisa melihat langsung proses pembuatannya.
Bahkan para perajin menyediakan pelayanan jika ada wisatawan yang hendak mempraktikkan membuat kerajinan tersebut. Seperti Kampung Keramik yang ada di Dinoyo. Wisatawan bisa mempraktikkan bagaimana cara membuat keramik.
Begitu juga dengan olahan tempe sanan yang ada di Kecamatan Blimbing, wisatawan bisa belajar pembuatan tempe dari proses awal. "Pengunjung juga bisa mempraktikkan olahan dan kerajinan," jelas Wahyuni.
Ke depan, Wahyuni menargetkan setiap kecamatan ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Hal itu untuk menyadarkan warga akan pentingnya membangun potensi wisata.
Sejumlah gerabah saat dijemur untuk dibalut dengan keramik di Kampung
Keramik, Dinoyo, Kecamatan Lowok Waru, Kota Malang, Jawa Timur.
Selain di dua kecamatan itu, tambah Wahyuni, pihaknya juga mulai mengembangkan potensi yang bisa dijadikan destinasi wisata di kecamatan lainnya. Seperti di Kecamatan Klojen dengan potensi wisata pendidikan, di Kecamatan Kedung Kandang dengan potensi wisata kerajinan tradisional.
| Penulis | : Kontributor Malang, Andi Hartik |
| Editor | : I Made Asdhiana |