Panenjoan, begitu nama tempat wisata ini. Panenjoan terletak sekitar 17 Km dari pusat Kota Purwakarta, Jawa Barat, dan dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Begini arahnya. Dari Kota Purwakarta, bertolaklah ke arah Wanayasa. Saat tiba di Pondok Salam, belokkan kendaraan ke arah kanan masuk ke Gapura Indung Rahayu yang merupakan pintu masuk Desa Salem.
Anda akan menyusuri jalan aspal mulus sepanjang 10 kilometer, hingga akhirnya tiba pada petunjuk jalan bertuliskan "Kampung Panenjoan".
Selanjutnya, Anda akan menyusuri perkebunan teh milik PT Karti Wana Raya yang aduhai indahnya.
Panenjoan adalah bahasa Sunda yang memiliki kata dasar nenjo alias melihat sekeliling. Sesuai namanya, Panenjoan adalah tempat untuk melihat sekeliling dan menikmati pemandangan. Betapa tidak, dari Panenjoan, wisatawan bisa melihat Gunung Sangga Buana dan Danau Jatiluhur.
"Bahkan kompleks kantor Setda Purwakarta pun terlihat dari sini," tutur Acep Munawar (39), salah seorang tokoh masyarakat di kawasan Panenjoan dalam rilis dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
DOK. PEMKAB PURWAKARTADari Panenjoan, wisatawan bisa melihat Gunung Sangga Buana dan Danau Jatiluhur.
Destinasi wisata instagenic ini buka mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Memasuki wilayah Panenjoan, wisatawan diharuskan membayar tiket sebesar Rp 5.000.
Biaya parkir motor sebesar Rp 2.000, sementara parkir mobil Rp 5.000. Destinasi yang terbilang baru ini bekerja sama dengan PT Karti Wana Raya sejak tahun 2016.
Selain menyuguhkan panorama yang instagenic, di sekitar Kampung Panenjoan pun terdapat destinasi wisata sejarah. Makam Syaikh Daka, atau terkenal sebagai Syaikh Serepong selalu ramai tiap malam Jumat. Ia merupakan adik dari Syaikh Dako Rancadarah Purwakarta. (*)