MENTARI dari
Timur mulai menyinari Lembah Kampung Sar, Desa Kombo, Kecamatan Macang
Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagian warga Lembah Kampung Sar sudah
bangun. Sebagian lagi masih tidur lelap. Sinar matahari membangunkan
warga masyarakat di kampung tersebut untuk memulai beraktivitas di hari
itu. Sebagian warga pergi ke ladang untuk memindahkan hewan ternaknya
seperti kerbau, sapi, kambing dan ternak-ternak lainnya.
Saya pun
bangun untuk menikmati keindahan sinar matahari di Lembah Kampung Sar
itu. Keajaiban sinar matahari memberikan suasana berbeda di Lembah
Kampung Sar. Lembah Kampung Sar diapit oleh empat gunung kecil.
Saya
membangunkan saudara saya, Matias Dandung untuk menyiapkan diri
berpetualang menuju ke Air Terjun Bensu Rewung di kawasan hutan Golo
Tando yang terletak di sekitar Kampung Beong.
Setelah sarapan
pagi sekitar jam 07.00 Wita, di rumah keluarga di Lembah Kampung Sar,
saya bersama dengan saudara Matias Dandung dan saudara sepupu, Titus
Kajo serta seorang keponakan, Klemen, mempersiapkan diri untuk mulai
berpetualang di alam bebas di kawasan hutan Golo Tando.
Sekitar
07.30 Wita, kami berempat mulai beranjak dari rumah dengan melewati
Sungai Sar. Lalu, berjalan di jalan mendaki menuju ke Kampung Beong.
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Memasuki hutan Golo Tando menuju Air Terjun Bensu Rewung di Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat, Flores, NTT.
Dalam
perjalanan itu, suara burung dari berbagai jenis di kiri kanan jalan
memberikan nuansa tersendiri. Setibanya di Kampung Beong kami disambut
oleh warga Kampung Beong. Wajah mereka penuh kegembiraan saat menyapa
tamu.
Selanjutnya kami dipersilakan masuk rumah. Tak lama
kemudian, suguhan minuman kopi Robusta dan Arabika diantar oleh anggota
keluarga di rumah tersebut. Rasa kekeluargaan sangat dalam sambil minum
kopi.
Kampung Beong berada di sebuah bukit yang diapit oleh
berbagai hutan asli di sekitarnya. Kampungnya sejuk, tenang, sepi dan
suara-suara burung memberikan suasana berbeda di kampung tersebut.
Mulailah bertualang
Sehabis
minum kopi, tim petualang mulai bertambah, dimana empat warga Kampung
Beong, Agustinus Nudin, Oncik, Topan, dan Sabinus bergabung bersama
kami. Dan empat warga kampung Beong ini yang mengetahui lokasi obyek air
terjun Bensu Rewung.
Persiapan apa adanya. Yang disiapkan oleh
mereka adalah air minum satu jeriken, parang, serta beberapa kebutuhan
lainnya, juga telepon seluler tak ketinggalan.
Sekitar 08.30
Wita, kami berdelapan mulai menyusuri Kampung Beong, melewati Dusun
Tonggong Dole. Kami melewati sebuah kapela Gereja Katolik Beong.
Selanjutnya kami melewati sebuah lapangan sepak bola.
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Keunikan air terjun Bensu Rewung dengan enam anak tangga terjun yang
kecil-kecil menjadi daya tarik tersendiri saat berpetualangan di kawasan
hutan Golo Tando, disekitar kampung Beong, Desa Kombo, Kecamatan Macang
Pacar, Manggarai Barat, Flores, NTT.
Kami
bersua muka dengan warga Kampung Beong yang pulang dari kebun, dan
sebagiannya juga bersama-sama menuju ke kebun mereka untuk memetik kopi.
Saat ini warga di Kampung Beong lagi panen kopi.
Berpetualang
segera dimulai dengan memasuki kawasan hutan Golo Tando. Hutannya masih
terjaga dengan baik dengan pohon-pohon besar. Terus menuruni lembah di
tengah hutan lebat yang dipandu oleh warga Kampung Beong.
Di tengah itu kami dihibur oleh merdunya suara-suara burung endemik Flores dan berbagai jenis burung lainnya.
Sekitar
satu jam perjalanan dengan menyusuri hutan di kawasan itu. Kami tiba di
bagian hilir obyek wisata Air Terjun Bensu Rewung. Saat itu mulai
mengabadikan keunikan air terjun dengan sebuah kamera serta telepon
seluler. Alam menyuguhkan keunikan tersendiri bagi manusia.
Pertama-tama,
kami melihat air terjun pertama di bagian hilirnya, lalu terus
menyusuri kawasan hutan disisi kiri air terjun untuk melihat obyek yang
dituju yaitu Air Terjun Bensu Rewung. Akhirnya kami tiba di Air Terjun
Bensu Rewung.
Air Terjun Bensu Rewung terletak di kawasan hutan
lindung Golo Tando, di Kampung Beong, Desa Kombo, Kecamatan Macang
Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ini
merupakan salah satu obyek wisata air terjun terindah di bagian Utara
dari Kabupaten Manggarai Barat. Air terjun ini berada di bagian utara
dari Kabupaten Manggarai Barat.
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Air Terjun Bensu Rewung di kawasan Hutan lindung Golo Tando, di sekitar
Kampung Beong, Desa Kombo, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat,
Flores, NTT. Air terjun ini menjadi salah satu obyek
wisata yang terunik di wilayah utara dari Manggarai Barat. Pasalnya air
keluar melalui lubang batu cadas menuju ke kolam sehingga memunculkan
buih-buih berupa awan.
Air
terjun ini memiliki keunikan yang sangat berbeda dengan air terjun
lainnya di wilayah Manggarai Barat. Keunikan air terjun ini adalah
aliran air muncul dari belahan tebing. Aliran air Sungai Wae Raeng
membelah sebuah tebing dengan batu cadas.
Mengapa disebut Bunsu
Rewung? Dalam bahasa lokal orang Kampung Beong dan Sar, "bunsu" berarti
air yang keluar dari tebing yang berbentuk pancuran, sedang "rewung"
berarti awan.
Jadi air terjun Bunsu Rewung berarti air terjun
yang mengeluarkan buih-buih air yang berbentuk awan yang muncul dari
kolam ketika aliran air dari belahan tebing mengenai kolam di bawahnya.
Ketinggian air terjun ini sekitar 60 meter.
Derasnya air terjun
itu pada musim hujan yang mengenai kolam di bawahnya mengakibatkan
munculnya buih-buih air berbentuk awan. Selain itu keunikan lainnya
adalah ada enam anak tangga air terjun yang berukuran sedang. Juga
aliran Sungai Wae Raeng itu berada di tengah hutan lindung Golo Tando.
Selain
melihat keunikan Air Terjun Bunsu Rewung, ada keunikan-keunikan lain
yang dapat dijumpai di sekitar hutan Golo Tando, di mana kita dapat
melihat burung endemik Flores, Burung Wotong serta bunga anggrek yang
tumbuh liar di kawasan hutan tersebut.
Bahkan, suara-suara burung
endemik Flores memberikan keunikan tersendiri bagi kita yang
mengunjungi kawasan air terjun tersebut. Hutannya masih terawat dengan
baik karena masyarakat sekitar masih menjaganya.
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Air terjun Bensu Rewung bersumber dari aliran air Sungai Wae Raeng. Air
terjun Bensu Rewung berada di kawasan Hutan Golo Tando, disekitar
kampung Beong, Desa Kombo, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat,
Flores, NTT.
Kita
juga dapat menjumpai burung Kalong yang berada di goa-goa di dalam batu
serta sarang burung Walet yang berada di tebing-tebing goa batu sekitar
air Sungai Wae Raeng.
Sekelompok masyarakat dari Kampung Sar dan
Beong, Titus Kajo, Oncik, Agustinus Nudin, Matias Dandung, Sabinus,
Klemen, dan Topan, berwisata ke Air Terjun Bunsu Rewung.
Titus Kajo menjelaskan, Bensu Rewung merupakan air terjun terunik di wilayah Utara
dari Kabupaten Manggarai Barat. Namun, air terjun ini belum
dipromosikan secara luas. Selama ini air terjun ini hanya dikunjungi
oleh warga lokal dari Kampung Beong, Sar, Kombo, dan sekitarnya.
“Kami berterima kasih atas kunjungan dari jurnalis KompasTravel
untuk mempublikasikan keunikan air terjun ini. Kalau tidak dipromosikan
secara luas maka keunikan air terjun ini tak akan diketahui oleh
wisatawan asing dan domestik,” katanya.
Kajo menjelaskan, bagi
penggila petualangan alam, maka kawasan hutan Golo Tando sangat
menantang untuk ditelusuri. Bahkan, penggila panjat tebing ditantang
untuk memanjat tebing batu yang sangat tinggi.
Selain itu,
kawasan hutan ini sangat cocok bagi pengamat burung domestik dan
internasional untuk mengamati burung endemik Flores.
“Ada begitu
banyak obyek wisata di wilayah Utara dari Kabupaten Manggarai Barat yang
belum dikelola dan dipromosikan secara luas baik oleh pemerintah maupun
pelaku pariwisata. Masyarakat berharap obyek wisata air terjun Bensu
Rewung diperhatikan oleh pemerintah untuk dipromosikan secara luas,”
ujarnya.
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Air Terjun Bensu Rewung di kawasan Hutan lindung Golo Tando, di sekitar
Kampung Beong, Desa Kombo, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat,
Flores, NTT. Air terjun ini menjadi salah satu obyek
wisata yang terunik di wilayah utara dari Manggarai Barat. Pasalnya air
keluar melalui lubang batu cadas menuju ke kolam sehingga memunculkan
buih-buih berupa awan.
Kajo
menjelaskan, obyek wisata di Kecamatan Macang Pacar di bagian Utara
dari Manggarai Barat yang bisa dikunjungi adalah obyek wisata Pulau
Longos yang terdapat binatang komodo, burung kakatua jambu kuning, serta
ratusan kalong.
“Masih banyak obyek wisata yang belum digali di wilayah Utara dari
Manggarai Barat. Perlu perhatian dan keterlibatan dari Pemkab Manggarai
Barat untuk mempromosikannya,” jelasnya.
Warga Kampung Beong,
Agustinus Nudin menjelaskan, warga di sekitar kawasan itu terus menjaga
kawasan hutan Golo Tando sesuai dengan kearifan lokal di mana warga
masyarakat tidak menebang pohon di kawasan hutan.
“Warga memiliki
kearifan lokal untuk menjaga kawasan hutan lindung Golo Tando. Bahkan
kawasan hutan itu sebagai penyangga kehidupan masyarakat untuk keperluan
pertanian seperti mengairi lahan persawahan,” jelasnya.
Rute
petualangan menuju ke air terjun Bensu Rewung, dari arah Kota Labuan
Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat dengan dua cara yakni darat dan
laut.
Kalau wisatawan menggunakan angkutan laut maka mereka
menyusuri bagian utara menuju ke Pulau Longos. Dari Longos menuju ke
Bari, ibu kota Kecamatan Macang Pacar. Selanjutnya jalan darat dari Bari
menggunakan angkutan pedesaan menuju Kampung Hita.
Dari Kampung
Hita menuju Kampung Ajo, kemudian berjalan kaki menuju lembah Kampung
Sar. Lanjut menuju Kampung Beong dengan menyeberangi sebuah kali Sar.
Setiba di Kampung Beong, pemandu lokal siap memandu wisatawan dengan
menyusuri kawasan hutan Golo Tando.
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Air Terjun Bensu Rewung di kawasan Hutan lindung Golo Tando, di sekitar
Kampung Beong, Desa Kombo, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat,
Flores, NTT. Air terjun ini menjadi salah satu obyek
wisata yang terunik di wilayah utara dari Manggarai Barat.
Dari
Kampung Beong menuju ke Air Terjun Bensu Rewung membutuhkan waktu satu
jam perjalanan sebelum akhirnya tiba di Sungai Wae Raeng dan melihat
keunikan-keunikan Air Terjun Bensu Rewung.
Alternatif kedua
menggunakan jalan darat dari Labuan Bajo menuju Kampung Nggorang.
Selanjutnya menuju Kampung Terang. Dari Kampung Terang perjalanan
dilanjutkan ke pertigaan Kampung Noa. Selanjutnya dari Kampung Noa
menuju ke Kampung Macang Pacar, Kampung Hita dan Ajo.
Menempuh
perjalanan darat sekitar 170 kilometer. Namun, jalannya masih rusak
parah dan berlubang-lubang terutama dari Kampung Terang menuju ke
pertigaan Kampung Noa.