Sedangkan penari perempuan mengenakan pakaian warna putih sembari menggenggam sapu tangan lenso di kedua tangannya. Para penari Cakalele yang berpasangan ini, menari dengan diiringi musik beduk tifa, suling, dan kerang besar bia yang ditiup.
Tari Cakalele disebut juga dengan tari kebesaran, karena digunakan untuk penyambutan para tamu agung seperti tokoh agama dan pejabat pemerintah yang berkunjung ke bumi Maluku.
Keistimewaan tarian ini terletak pada tiga fungsi simbolnya. (1) Pakaian berwarna merah pada kostum penari laki-laki, menyimbolkan rasa heroisme terhadap bumi Maluku, serta keberanian dan patriotisme orang Maluku ketika menghadapi perang. (2) Pedang pada tangan kanan menyimbolkan harga diri warga Maluku yang harus dipertahankan hingga titik darah penghabisan. (3) Tameng salawaku dan teriakan lantang menggelegar pada selingan tarian menyimbolkan gerakan protes terhadap sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak kepada masyarakat.
Tarian Cakalele dapat ditemui di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
www.wisatamelayu.com