Penganten Pegon
Surabaya
sebagai Kota Indamardi Garpar Karya akan Budaya tradisional daerah
baik yang tercermin dalam adat daerah manapun dalam seni budaya. Karena
masyarakatnya yang heterogen (keturunan jawa, madura, bugis, palembang
serta arab, india, pakistan, cina dsb), sudah barang tentu budaya
adat daerah merupakan budaya gabungan dari beberapa adat tersebut,
namun demikian unsur aslinya masih nampak.Dalam upacara melestarikan budaya misi pagelaran Kesenian di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah sudah menyajikan salah satu buda daerah yaitu \"PROSESI PENGANTIN PEGON SURABAYA\"Pengantin Surabaya Lasim dinamakan pengantin pegon merupakan tradisi hingga saat ini yang masih hidup dibeberapa kampung di surabaya.Tahap KenalanMerupakan kegiatan dimana keluarga calon pengantin pria berkunjung ke keluarga calon pengantin putri untuk saling berkenalan dan sekaligus menanyakan apakah si anak perempuan sudah ada yang mengikat atau belum. Biasanya kedatangan keluarga laki-laki dengan membawa buah tangan berupa makanan kue-kue tradisional.
Tahap LamaranMerupakan pembicaraan antar keluarga, dengan melibatkan calon mempelai wanita dimana maksut kedatangannya untuk meminta putri keluarga wanita akan di jodohkan dengan anaknya. setelah pihak perempuan menerimanya maka dilanjutkan dengan acara serah peningset(biasanya berupa: Kain panjang,kebaya,selop,perlengkapan pakaian, 1 stel baju, tas, kosmetik, perhiasan, kue dan buah-buahan) selanjutnya pembicaraan mengenai hari dan tanggal pernikahan.Tahap Midodareni
Merupakan kegiatan dimana pada hari tersebut adalah hari terakir bagi mempelai wanita seorang bidadari dan diyakini pada masa akhir tersebut turunlah 1001 (seribu satu) Bidadari mendampingi calon mempelai. Pada saat Midodareni ini keluarga calaon pengantin putri dilaksanakan:
- Siraman: Yaitu upacara yang menggambarkan saat terakhir calon mempelai menjadi tanggung jawab orang tua yang di tandai dengan memandikannya kembang setaman oleh orang tua mempelai dan sesepuh.
- Jualan (dodol jawa) dawet oleh calon orang tua calon pengantin
Tahap Ijab Kabul/Akad Nikah
Merupakan tahap peresmian sebagai suami istri secara sah baik menurut agama maupun pemerintah (menurut adat surabaya waktu akad nikah kedua mempelai tidak dipertemukan).
Tahap Temu PengantenMerupakan Upacara dipertemukannya kedua mempelai diawali dengan arak-arakan prosesi kedatangan pengantin pria dengan cucuk lampah pembawa tombak, pembawa ayam jago, (loro pangkon) kembar mayang, pengantin pria diapit oleh sesepuh putri domas,kedua saudara dan orang tua serta iringan musik tembang jidor, sedangkan mempelai putri diawali dengan cucuk lampah yang membawa beras kuning dalam bokor kencana, pembawa kembar mayang, pengantin putri yang diapit kedua orang tua, serta pembawa ancak, bubakan,bubak kawah apabila pengantin putri merupakan anak putri pertama, sebelum mempelai bertemu pembawa loro pangkon dan beras kuning saling bersilat lidah tentang ilmu kejawen dan tasawuf islam dan dilanjutkan dengan adu pencak silat yang di akhiri dengan kekalahan pihak laki-laki. kemudian kedua pengantin di pertemukan dengan bersalaman dan disini pengantin pria memberikan sapu tangan (biasanya berisi uang atau kenang-kenangan lain) sebagai bekusut dan dilanjutkan dengan dilakukan sungkeman serta bubakan. Selesai prosesi temu pengantin di lanjutkan ramah tamah dan hiburan.
http://www.surabaya.go.id/