beritadunesia-logo

National Post



Museum Pusaka Nias Butuh Perhatian Pemerintah

Rabu,2017-08-09,10:48:06
Para Pengunjung menikmati ribuan koleksi Museum Pusaka Nias di ruang pameran.(KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWA)
(Berita Dunesia)

GUNUNGSITOLI – Di atas lahan sedikitnya 1 hektar, Museum Pusaka Nias yang terletak di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, saat ini menyimpan koleksi lebih dari 6.000 artefak. Koleksi tersebut berasal dari pribadi (perorangan), yayasan, pemerintah, bahkan dari museum luar negeri seperti Belanda, Jerman, dan masih banyak lagi.

 

Museum Pusaka Nias dikelola oleh Yayasan Pusaka Nias yang bersifat sosial dan nirlaba. Kegiatan utamanya berfokus pada pelestarian budaya Kepulauan Nias, demikian disampaikan oleh Direktur Museum Pusaka Nias, Nata’alui Duha.

 

Duha menyebutkan bahwa koleksi artefak yang ada di ruang pameran Museum Pusaka Nias memiliki keterkaitan kuat dan utuh secara biologi dan lingkungan di Kepulauan Nias. Mulai dari perhiasan, pakaian, senjata dan perlengkapan perang, benda-benda keagamaan dan upacara, alat musik, sampai barang sehari-hari rumah tangga.

 

”Kebanyakan koleksi kami memiliki nilai budaya tinggi sehingga perlu perawatan dan pengelolaan agar tidak termakan usia, untuk itu semua membutuhkan pembiayaan yang besar,” tuturnya.

Ribuan koleksi artefak dari batu peninggalan sejarah budaya Nias masih tersimpan rapi dan utuh di Museum Pusaka Nias.(KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWA)

Saat ini sedikitnya ada 40 orang karyawan yang bekerja mengelola Museum Pusaka Nias. Mulai dari penjaga keamanan, penerima tamu, kafe, kebun binatang, guesthouse, taman rekreasi, dan pekerjaan umum. Duha menyebutkan semua itu juga membutuhkan anggaran yang besar. Terkadang mereka dibantu oleh relawan dan siswa, baik lokal maupun asing.

 

Untuk dapat menikmati suasana Museum Pusaka Nias, telah tetapkan donasi senilai Rp 5.000 untuk Senin-Jumat sudah termasuk parkir kendaraan. Akhir pekan menjadi Rp 6.000, juga sudah termasuk parkir kendaraan.


Duha menambahkan, saat ini keberlangsungan keberadaan Museum Pusaka Nias mengharapkan perhatian nyata dari lima Pemerintah Daerah yang ada di Kepulauan Nias dan terlebih kepada pemerintah pusat untuk membantu biaya operasional dan perawatannya.

 

”Keunikan di museum ini menyajikan lima pesona daya tarik yang dapat dinikmati sekaligus, Seperti Museum Pusaka Nias, kebun binatang, tanaman obat tradisional Kepulauan Nias, panorama keindahan laut dan matahari terbit serta perpustakaan yang banyak menyajikan informasi tentang Kepulauan Nias,” jelasnya.

Pemandangan Museum Pusaka Nias dari udara.(KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWA)

Yayasan Pusaka Nias akhirnya meluncurkan situs resmi yakni www.museum-nias.org serta meluncurkan sebuah buku dengan judul Turia Majinö tepat bulan ini. Situs tersebut telah diisi berbagai macam tulisan, baik tentang pariwisata di Kepulauan Nias sampai pendidikan maupun informasi terkait penginapan yang ada di Kepulauan Nias.

 

Website ini sangat bagus karena dapat diakses oleh wisatawan mancanegara, sehingga dapat menjadi bekal sebelum mereka menginjakkan kakinya di daratan Kepulauan Nias,” katanya.

 

Masih ditempat yang sama, Leni (30) salah seorang pengunjung mengaku sangat puas berkunjung ke Museum Pusaka Nias.

 

”Belum semua sih, dijajal di museum ini, mungkin lain waktu akan berkunjung kembali,” tuturnya.

 

Banyak juga orang yang melihat dan belajar dari benda-benda budaya yang ada disini, menambah pengetahuan akan leluhur masyarakat Kepulauan Nias.

 

"Toh juga lima daerah yang ada di Kepulauan Nias tidak memiliki museum, yah apa salahnya kan bisa membantu museum yang sudah ada ini saja,” pikir Leni.

Pintu masuk ruang pameran Museum Pusaka Nias.(KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWA)

Museum tersebut juga menyediakan kafe dan mushala. Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli, Yasokhi T Harefa, mengatakan bahwa dalam tahun ini Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan memfasilitasi museum sarana dan prasana pendukung.

 

”Tahun ini akan ditambah beberapa fasilitas pendukung aktivitas di museum,” tuturnya di ruang kerjanya.


Dalam bulan ini juga Pemerintah Kota Gunungsitoli telah memerkan sejumlah hasil karya museum di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Selama ini museum telah bekerja merawat dan melindungi peninggalan budaya yang ada di Kepulauan Nias.

 

Selain itu, ini adalah satu-satunya museum yang menyumbangkan ratusan buku tentang sejarah budaya Kepulauan Nias di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta beberapa tahun yang lalu.

 

”Untuk memperkaya khasanah budaya di TMII, museum ini pernah menyumbangkan ratusan buku berbagai judul tentang Kepulauan Nias,” tutur Harefa.

 

 

PenulisKontributor Nias, Hendrik Yanto Halawa

EditorSri Anindiati Nursastri 

Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS