beritadunesia-logo

National Post



Liburan, Ayo Belajar Sejarah Tambang di Museum Timah

Kamis,2017-08-10,10:10:49
Gedung Museum Timah di Kecamatan Tamansari Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.
(Berita Dunesia)

PANGKAL PINANG - Berada di Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, tidak lengkap rasanya jika belum mengunjungi Museum Timah.

 

Di museum ini, pengunjung bisa menyelami perjalanan sejarah Bangka Belitung yang berkaitan erat dengan pertambangan timah.

 

Lokasi museum timah terbilang strategis. Berada di Kecamatan Taman Sari yang berjarak lebih kurang 500 meter dari kantor pusat PT Timah di Jalan Sudirman, Pangkal Pinang.

 

Jika dari Bandara Depati Amir, Museum Timah berjarak lebih kurang 3 kilometer atau 30 menit perjalanan menggunakan minibus.

 

Memasuki kawasan Museum Timah, pengunjung disambut aneka benda peninggalan khas tambang timah. Di halaman depan terdapat sebuah lokomotif tua yang dulunya berfungsi sebagai pembangkit listrik.

 

Masih di area yang sama, bisa ditemukan belasan mangkuk raksasa yang dalam kegiatan pertambangan digunakan sebagai tempat melebur bijih timah.

 

Masuk ke dalam museum, anda bisa menemukan replika Prasasti Kota Kapur yang sarat nilai sejarah. Dari prasasti inilah, sejarawan memastikan adanya kerajaan besar Sriwijaya.

 

Selain prasasti, mata anda akan dimanjakan juga dengan bebatuan mineral, miniatur kapal keruk, serta gambar-gambar yang mengisahkan aktivitas tambang timah dari masa ke masa.

 

Replika kapal keruk untuk kegiatan tambang lepas pantai di Museum Timah, Kecamatan Tamansari, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.(KOMPAS.COM/HERU DAHNUR)
Wisatawan yang datang berkunjung ke Museum Timah selain untuk menambah pengetahuan sejarah pertimahan, juga untuk bernostalgia.

 

 

Banyak di antara pengunjung yang dulunya pernah tinggal di Bangka, atau bekerja di tambang timah.

 

“Bagus untuk belajar sejarah tambang. Ada contoh bebatuan dan video dokumenter juga,” ujar Mukti, pengunjung dari Jakarta yang datang berombongan.

 

Jika masih ada waktu yang tersisa, pengunjung pun bisa mencoba berkeliling kota menggunakan mobil Pownies.

 

Mobil minibus ini, pernah berjaya era tahun 1970 hingga tahun 2000-an, sebagai transportasi masyarakat kala itu.

 

 

PenulisKontributor Pangkalpinang, Heru Dahnur

EditorI Made Asdhiana 

Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS