beritadunesia-logo

National Post



Juli 2015 bulan terhangat sepanjang sejarah

Jumat,2015-08-21,13:28:41
Gabungan suhu permukaan darat dan laut Juli 2015 dalam derajat Celcius. (NOAA)
(Berita Dunesia) Jakarta - Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat mencatat selama Juli 2015 rata-rata suhu global di permukaan daratan dan laut 0,81 derajat Celcius di atas rerata suhu selama Abad XX dan merupakan yang tertinggi sejak pencatatan suhu dilakukan.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), secara klimatologis Juli memang bulan terhangat dalam setahun namun suhu bulanan selama Juli tahun ini paling tinggi sepanjang sejarah pencatatan tahun 1880-2015 dengan temperatur rata-rata 16,61 derajat Celcius atau 0,08 derajat lebih tinggi dari rekor sebelumnya pada 1998.

Temperatur permukaan daratan global selama Juli tercatat 0,96 derajat Celcius melebihi rata-rata suhu abad ke-20, angka tertinggi keenam untuk bulan Juli sepanjang pencatatan.

Suhu permukaan laut rata-rata 0,75 derajat Celcius lebih tinggi dibanding rerata suhu selama abad ke-20 dan merupakan temperatur paling tinggi dibandingkan bulan apapun sepanjang 1880-2015, lebih tinggi 0,07 derajat Celcius dari rekor Juli 2014.

NOAA menyatakan angka-angka temperatur global itu dipicu oleh rekor kehangatan di sebagian besar Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Luas laut es Arktik selama Juli tercatat 350.000 mil persegi atau 9,5 persen di bawah rata-rata tahun 1981-2010. 

Itu merupakan perluasan terkecil kedelapan selama Juli sejak pencatatan mulai dilakukan tahun 1979 dan terluas sejak 2009 menurut analisis National Snow and Ice Data Center menggunakan data dari NOAA dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Sementara laut es Antarktik selama Juli luasnya 240.000 mil persegi atau 3,8 persen di atas rata-rata 1981–2010. Itu merupakan luas laut es Antarktik  terbesar keempat sepanjang pencatatan dan 140.000 mil persegi lebih sempit dari rekor luas Juli 2014.

Temperatur gabungan permukaan darat dan laut global sepanjang Januari-Juli 2015 juga lebih tinggi 0,85 derajat Celcius dibanding rata-rata temperatur selama kurun waktu itu sepanjang abad ke-20 dan yang tertinggi sepanjang 1880-2015.

Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS