beritadunesia-logo
Luvi-Techno
  

Sekarang Naik Kereta Api Bisa "Check In" Melalui E-Boarding Pass

Jumat,2017-12-15,15:12:27
Seorang petugas berjalan di samping gerbong kereta api lokal di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (7/9/2017). Sejak dioperasikan kembali rute Tanjung Priok-Jakarta Kota, jumlah penumpang yang naik dan turun di stasiun itu terus meningkat, tercatat sejak Februari rata-rata 1.000 orang di hari biasa dan mencapai 1.300 orang di hari libur.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
(Berita Dunesia)

JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menerapkan peningkatan pelayanan boarding penumpang KA melalui fasilitas e-boarding pass. Fasilitas e-boarding pass dihadirkan PT KAIuntuk menjawab kebutuhan masyarakat di era digital yang serba efisien dan instan.

Senior Manager Humas PT KAI Daop 1, Suprapto mengatakan e-boarding pass merupakan boarding pass elektronik yang diterbitkan melalui aplikasi KAI Access versi terbaru. Setiap penumpang KA yang ingin menggunakan fasilitas ini wajib mengunduh aplikasi KAI Access terlebih dahulu di smartphone.

"Tentunya, dengan adanya e-boarding pass, para pengguna transportasi moda kereta api semakin dimudahkan. Pasalnya, penumpang cukup menunjukkan e-boarding pass yang terpampang pada layar smartphone mereka kepada petugas boarding, tanpa harus ke mesin cetak boarding pass CIC (Check In Counter)," kata Suprapto dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Senin (23/10/2017).

Sejak resmi dirilis pada 2 Oktober 2017, Suprapto menambahkan ada beberapa informasi mengenai e-boarding pass yang harus diketahui pengguna jasa KA.

Di antaranya, e-boarding pass hanya dapat diterbitkan khusus pemesanan tiket kereta api via Kai Access versi terbaru dan dapat diunduh mulai dari dua jam sebelum keberangkatan KA. Jika sudah menerbitkan e-boarding pass melalui aplikasi Kai Access, otomatis penumpang tidak dapat mencetak boarding pass di mesin CIC di stasiun, atau sebaliknya.

 

Suasana di dalam gerbong kereta api wisata priority saat perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta, Jumat (4/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.
Suasana di dalam gerbong kereta api wisata priority saat perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta, Jumat (4/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
"PT KAI (Persero) memastikan e-boarding pass merupakan dokumen yang sah dan dapat digunakan sebagai persyaratan penukaran award tiket," tambahnya.

 

Suprapto menyatakan apabila transaksi penumpang telah sukses pada aplikasi New Kai Access dan memperoleh e-ticket, maka perihal pembatalan atau ubah jadwal diatur dengan beberapa ketentuan.

"Jika penumpang berada di stasiun yang tidak sesuai dengan relasi e-ticket atau sebelum 7 x 24 jam, maka e-ticket diproses menjadi bukti transaksi (blanko putih) dan selanjutnya dilakukan pembatalan (batal pembeli) atau ubah jadwal," ujar Suprapto.

Selanjutnya, jika penumpang berada di stasiun sesuai dengan relasi e-ticket pada periode 7 x 24 jam, maka e-ticket diproses menjadi boarding pass di check in counter dan selanjutnya dilakukan proses pembatalan (batal pembeli) atau ubah jadwal.

"Jika sudah masuk periode 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA dan penumpang telah memproses e-ticket menjadi e-boarding, maka e-boarding di reprint untuk selanjutnya dilakukan proses pembatalan (batal pembeli) atau ubah jadwal," katanya.

 

Penumpang dapat bersantai sambil bermain telepon seluler atau melihat pemandangan hamparan sawah saat menikmati perjalanan kereta wisata dalam rangkaian KA Cirebon Ekspres dari Jakarta menuju Cirebon, Sabtu (7/12/2013).
Penumpang dapat bersantai sambil bermain telepon seluler atau melihat pemandangan hamparan sawah saat menikmati perjalanan kereta wisata dalam rangkaian KA Cirebon Ekspres dari Jakarta menuju Cirebon, Sabtu (7/12/2013).(KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)
Ia menambahkan sebelum melakukan proses pembatalan (batal pembeli) atau ubah jadwal, petugas loket wajib memeriksa kode booking melalui menu history transaksi atau kolom kode booking pada aplikasi Rail Ticket System (RTS) untuk mengetahui status pencetakan bukti transaksi (blanko putih) atau boarding pass.

 

"Ada pun ubah jadwal tetap mengikuti ketentuan pasal 43 poin 1(a), yaitu atas permintaan penumpang, tiket yang telah dibeli dapat dilakukan perubahan jadwal, kecuali terhadap tiket dengan kategori award ticket, tiket yang dicetak dari voucher registered atau voucher unregistered, tiket yang dicetak menggunakan poin," jelasnya.

Sedangkan, pembatalan (batal pembeli) tetap mengikuti ketentuan pasal 45 poin 1(a); Atas permintaan penumpang, Tiket yang telah dibeli dapat dilakukan batal pembeli. (*) 

Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS