beritadunesia-logo
Luvinary
  

Warung Ini Sediakan Aneka Olahan Jengkol Tanpa Berbau...

Kamis,2017-06-08,11:22:26
Sajian tongseng jengkol di warung makan Republik Jengkol di bilangan Jalan Raya Bogor KM 24 No 27 tepat di samping pool taxi Blue Bird, Jakarta Timur.
Berita Terbaru
(Berita Dunesia)

JAKARTA - Jengkol. Makanan yang kadang dibenci, tapi begitu dirindukan oleh sebagian orang. Benci karena dianggap sumber bau mulut dan urin. Namun, dirindukan karena cita rasanya yang "merakyat" dan tak tergantikan.

 

Matahari siang itu mulai bergeser dari titik kulminasinya. Beberapa orang tampak duduk di sebuah warung makan dengan dinding yang didominasi warna hijau.

 

Dinding warung makan itu bertuliskan "Nikmatnya Makan Jengkol Tanpa Takut Bau", "Republik Jengkol: Tetap Nikmat Tanpa Bau", "Jengkoler", dan "Keep Calm Our Jengkol Doesn't Smell".


Inilah warung makan Republik Jengkol cabang pertama yang didirikan oleh Fatoni (47) setelah lima tahun memulai usahanya. Gerai pertama Republik Jengkol berada di Jalan Kerja Bakti No 16B, tepat di depan Masjid Jami Attarbiyah, Kramat Jati, Jakarta Timur.

 

"Kenapa buka cabang? Cabang ini proyek bareng sama teman. Ya itu karena ada temen yang antusias untuk ngerjain bareng, kenapa enggak. Orang kita juga saudaraan," kata Fatoni, yang pada kartu namanya memproklamirkan diri sebagai Presiden Republik Jengkol.

 

Pemilik warung makan Republik Jengkol, Fatoni (47) dengan sajian tongseng jengkol di bilangan Jalan Raya Bogor KM 24 No 27 tepat di samping pool taxi Blue Bird, Jakarta Timur. Sebelum membuka usaha warung makan, Fatoni bekerja sebagai pelukis dan desain grafis.
Warung makan terbaru sekaligus cabang pertama Fatoni terletak di Jalan Raya Bogor KM 24 No 27, Jakarta Timur. Fatoni menyebut Republik Jengkol di Jalan Raya Bogor memiliki menu dan harga yang sama dengan warung pertamanya.

 

Sempat mencicipi salah satu hidangan suguhan Republik Jengkol yaitu tongseng Jengkol. Bau jengkol yang ditakuti banyak orang "tenggelam" dalam aroma kuah tongseng.

 

Daging jengkol terasa legit dan pulen. Kuah tongseng terasa gurih dan pedas dengan tambahan irisan sayur kol, tomat hijau, tomat merah, irisan daging kambing, dan cabai merah. 

 

Adapun menu lengkap di Republik Jengkol adalah Nasi GorengJengkol, Soto Jengkol Betawi, Semur JengkolJengkol Lada Hitam, Tongseng Jengkol, Pasta Jengkol, Balado Jengkol, Rendang Jengkol, Mie Goreng Jengkol, dan Jengkol Sambal Hijau.

 

Ukuran Jengkol Jepara saat dibandingkan dengan mata uang Rp 10.000 di bilangan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Jengkol Jepara berbentuk bulat tidak gepeng, legit, tidak ada sentilan pahit, dan mudah hilang baunya. 
Jengkol yang digunakan di Republik Jengkol tak sembarangan. Fatoni kerap menggunakan jengkol yang berasal dari Jepara.

 

"Saya beli di Pasar Kramat Jati.  Jengkol Jepara itu memang yang paling enak dan paling mahal di pasaran. Dia lebih legit rasanya, memang benar-benar beda dibanding jengkol lain," tambahnya.

 

Jengkol Jepara sendiri berbentuk bulat tidak gepeng, legit, tidak ada sentilan pahit, dan mudah hilang baunya. Kulit jengkol Jepara sendiri, menurut Fatoni, mudah pecah jika sudah berumur tua.

 

"Ya saya ingin jengkol lebih diterima masyarakat saja. Karena pada dasarnya jengkol ya memang enak kalau tahu cara mengolahnya. Beda makan jengkol di sini (Republik Jengkol) karena sampai buang air kecilnya pun tidak bau," papar Fatoni.

Pengunjung tengah menyantap olahan jengkol di warung makan Republik Jengkol di bilangan Jalan Raya Bogor KM 24 No 27 tepat di samping pool taxi Blue Bird, Jakarta Timur. Pengunjung bisa menyantap hidangan olahan jengkol secara gratis  di cabang pertama Republik Jengkol.
"Lalu kenapa takut ya saya jualan jengkolWong yang bau itu saja banyak orang yang suka gimana ini yang gak bau. Kalau dari logonya saya pakai Republik Jengkol itu keinginan saya. Kalau diartikan itu reartinya kembali. Publik itu masyarakat. Jadi kembali ke selera masyarakat," ujar Fatoni. 

 

Hidangan favorit di Republik Jengkol, khususnya warung makan pertamanya, adalah Tongseng Jengkol dan Jengkol Lada Hitam. Menurutnya, hidangan itu diminati lantaran pedasnya olahan jengkol.

 

Harga olahan jengkol di Republik Jengkol berkisar Rp 18.000 - Rp 24.000 belum termasuk nasi putih. Jam buka warung makan RepublikJengkol mulai dari pukul 11.00 - 22.00 WIB.

 

 

PenulisWahyu Adityo Prodjo

EditorSri Anindiati Nursastri 

Berita Terkait
dunipedia
Luvinary
REAFO

Fitrafood
GFS