beritadunesia-logo
Luvi-Adventure
  

Desa Wisata Jadi Perhatian Utama

Jumat,2017-09-08,09:54:10
Beginilah suasana Desa Adat Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, merupakan salah satu obyek wisata alam pedesaan andalan Bali.
(Berita Dunesia)
GIANYAR - Pengembangan desa wisata dapat menjadi langkah untuk memajukan perekonomian desa di Indonesia.
 

Empat program prioritas, yakni pengembangan produk unggulan desa, badan usaha milik desa, serta pembangunan embung dan pembangunan sarana olahraga desa.

 

”Desa dapat mengembangkan potensi desa, termasuk pariwisatanya, sebagai produk unggulan desa,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo saat menghadiri pekan seni dan budaya bertajuk ”Ubud Royal Weekend” di Museum Puri Lukisan, Ubud, Bali.

 

Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk mengembangkan desa yang memiliki potensi pariwisata.

 

Setiap desa diyakini memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dan dibangun. Pariwisata jadi potensi desa, selain pertanian atau perikanan dan lainnya.

 

Dana desa yang disediakan pemerintah untuk mendorong perekonomian desa cepat bertumbuh dan desa menjadi maju.

Homestay di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Luas pulau berpasir putih dan dipenuhi homestay ini cuma 6 hektar. Desa Arborek pernah meraih juara satu sebagai Kampung Wisata Terbaik se Papua Barat. Berjalan kaki sepanjang pantai atau memasuki perkampungan sangat disukai wisatawan.(KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA)
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib menambahkan, kementerian bekerja sama dan berkolaborasi untuk pengembangan desa wisata.
  

Pembangunan desa merupakan wilayah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. ”Kementerian Pariwisata mendukung di sisi pengembangan kepariwisataannya,” jelas Hiramsyah.

 

Di tempat sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Agus Muharram mengatakan, koperasi menjadi sarana memasarkan produk-produk yang dihasilkan masyarakat di desa.

 

Itu sebabnya di desa yang memiliki potensi pariwisata perlu dikembangkan koperasi yang nantinya bisa menangani pemasaran produk.

 

Kementerian Pariwisata menargetkan pembentukan 20.000 rumah singgah (homestay) pada tahun ini untuk mendukung pencapaian target pariwisata. Rumah singgah untuk akomodasi wisata tersebut berada di desa, terutama desa yang menjadi tujuan wisata.

Desa Tamasari Banyuwangi mendapatkan penghargaan Desa Wisata Award dari Kementrian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi sebagai desa wisata terbaik dalam kategiri pemanfaatan jejaring bisnis(KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI)
”Membangun pariwisata dapat melalui desa wisata Dengan memiliki 74.910 desa saat ini, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisata di setiap desa,” ujar Hiramsyah.

 

Bali menjadi contoh pengembangan desa wisata. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pengembangan 100 desa wisata hingga tahun 2018.

 

Sementara Ubud sebagai daerah wisata dikembangkan rumah singgah untuk wisatawan. Untuk pengembangan pariwisata di desa perlu dirumuskan fokus pengembangan. (COK)

 

 

 

EditorI Made Asdhiana 

Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS